Rangkaian Bingka Terpanjang Masuk Rekor Muri
Balikpapan kembali masuk dalam buku rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kali ini lewat rangkaian bingka terpanjang. Rekor tersebut diprakarsai Kaltim Post dan PT HM Sampoerna, juga didukung Telkomsel, Kantor Pariwisata Balikpapan dan Depot Bingka Kentang Stalkuda Balikpapan. Acara spektakuler tersebut dihelat di lapangan Merdeka Balikpapan, bersamaan perayaan HUT Kaltim Post ke 21 yang menggelar Jalan Sehat Spektakuler, Minggu (11/1) lalu.

Tanpa kerja keras Hj Nurdiana dan Jumono, suaminya, mungkin rekor itu tidak akan tercapai. Dalam waktu lebih satu malam, lebih dari 21.000 bingka kentang sepanjang 21 meter (sesuai umur Kaltim Post) dihasilkan dari depot bingka yang dirintis 10 tahun yang lalu itu.
Jumono mengaku senang dan lega, bukan karena pekerjaan membuat bingka-bingka itu telah selesai tepat waktu. Tapi rekor MURI yang diraihnya itu menjadi penghargaan paling tinggi yang didapatnya selama menjalani usaha tersebut.
Bicara tentang proses pembuatan 21.000 bingka kentang itu, Jumono mengaku tidak menemui hambatan atau kendala apapun. Ia melibatkan 30 pegawainya, selain itu juga anak dan keponakannya.
Semuanya bekerja secara bergantian mulai pukul 14.00 Wita Sabtu (10/1), sampai pukul 05.00 Wita Minggu (11/1). Alias, selama 15 jam.
Ya, lebih 5.000 warga Balikapan yang mengikuti Jalan Sehat Spektakuler (JSS) Kaltim Post di Lapangan Merdeka – Pertamina Balikpapan kemarin menjadi saksi keagungan karya Nurdiana dan Jumono. “Kami semangat membuat bingka-bingka ini karena itu penghargaan besar buat kami. Walau lelah atau capek, tapi itu semua terbayar,” ujar dia.

Untuk menghasilkan 21.000 bingka kentang itu, sang suami Jumono mengaku menghabiskan bahan dalam jumlah “luar biasa”. Catat saja, diperlukan sebanyak 600 kilogram kentang, gula sebanyak 250 kilogram, tepung sebanyak 250 kilogram, dan mentega sebanyak 150 kilogram.
Jumono dan Nurdiana memulai usaha itu sepuluh tahun silam. Ketika itu, Jumono yang termasuk anggota Polri ini mendekati akhir masa ikatan dinas. Kurang dari satu tahun dia akan pensiun. Jumono pun memikirkan cara untuk mencari penghasilan disamping dana pensiunnya.
Saat itu anaknya membutuhkan banyak biaya untuk bersekolah dan lainnya. Dia pun mencoba-coba membuat usaha bingka kentang. Mulanya ia hanya membuat 100 butir per hari. Tetapi saat ini dalam sehari dia mampu menjual sampai 3.000 bingka kentang.
“Nah, saat saya mulai usaha, ternyata saya nggak jadi pensiun cepat karena ikatan dinas saya diperpanjang 10 tahun, seiring ada perubahan peraturan dari pemerintah. Jadinya Februari nanti saya pensiun,” ujar Jumono yang sekarang menjabat Staf Urusan Perencanaan Sekolah Polisi Negara (SPN) Balikpapan.
Dari usaha itu, Jumono dapat membiayai sekolah ketiga anaknya masing-masing Heny Yoana, Agus Wijaya dan Tri Maulidina sampai sarjana. “Syukur anak saya sudah sarjana semua,” ujar dia.
Jumono mengatakan, saat ini usaha bingka kentang itu terus dikembangkannya. Dirinya tengah mencoba membuka konter bingka kentang di Hypermart dan di Plaza Kebun Sayur.

nurdiana dan jumono
